Tari Singo Ulung Kesenian Tradisional Dari Bondowoso, Jawa Timur

Kesenian ini merupakan salah satu kesenian tradisional dariBondowoso, Jawa Timur. Namanya adalah Tari Singo Ulung.

Apakah Tari Singo Ulung itu?

Tari Singo Ulung adalah kesenian tradisional dimana parapenarinya menggunakan kostum menyerupai singa dan menari layaknya singa.Kesenian satu ini sekilas hampir mirip dengan kesenian barongsai, namun yang membedakan adalah kostum yang digunakan lebihsederhana dan tema yang dibawakan berbeda. Tari Singo Ulung ini merupakan salahsatu kesenian tradisional yang sangat terkenal dan menjadi kebanggaanmasyarakat Bondowoso, Jawa Timur.
Sejarah Tari SingoUlung
Menurut sumber sejarah yang ada, Tari Singo Ulung diciptakanoleh Kiai Singo Wulu, yaitu seorangtokoh masyarakat dan pendiri desa Blimbing,daerah Bondowoso. Tari Singo Ulung ini terinspirasi dari sejarah berdirinyadesa Blimbing. Menurut cerita sejarah yang berkembang di masyarakat, awalnya KiaiSingo Wulu merupakan seorang pendatang dan pendakwahdari daerah lain. Dalam perjalanannya dia berhenti di sebuah hutan dan berteduhdi bawah pohon belimbing. Kedatangan KiaiSingo Wulu tersebut ternyata membuat murka penguasa hutan disana yang bernama Jasiman, dan terjadilah perkelahianantara keduanya.
Dalam perkelahian itu mereka sama sama menggunakan kayu rotan yang ada di hutan tersebutsebagai senjata mereka. Dengan kesaktiannya, Kiai Singo Wulu kemudian berubahwujud menjadi harimau putih. Hingga akhirnya Jasiman tidak mampu melawan danmenyerah. Dalam percakapan setelah pertarungan tersebut, kemudian Jasimanmenyadari bahwa ternyata mereka berasal dari perguruan yang sama. Setelahmengenal Kiai Singo Wulu lebih jauh, kemudian Jasiman pun merasa kagum dengankehebatan dan sifatnya yang sederhana. Hal tersebut kemudian membuat Jasimansadar dan masuk Agama Islam. Karena kekaguman itu juga yang membuat Jasimaningin menikahkannya dengan adiknya.
Tidak hanya sampai disitu, mereka bertiga kemudianmemutuskan untuk membangun sebuah desa di daerah hutan tersebut dan beri namadesa Blimbing, yang menjadi tempatawal pertemuan mereka. bersama dengan masyarakat yang ada, mereka membangunsebuah desa yang makmur dan sejahtera. Atas jasanya tersebut, kemudianmasyarakat disana mengangkat Kiai Singo Wulu sebagai kepala desa pertama didesa Blimbing. Untuk mengenang awal berdirinya desa itu kemudian dibuatlahsuatu kesenian yang menggambarkan awal berdirinya desa tersebut, dan jadilah TariSingo Ulung yang masih secara rutin dipertunjukan setiap tahunnya hinggasekarang di Bondowoso.
Pertunjukan TariSingo Ulung
Dalam pertunjukan Tari Singo Ulung ini dikemas menjadiseperti sebuah cerita yang menceritakan dari pertemuan kiai singo ulung dan Jasimanhingga dibangunnya desa. Dalam pertunjukan tersebut terdapat penari singa, panji (menggambarkan Jasiman), dua orang yang menggunakan rotan(menggambarkan pertarungan Jasiman dan Kiai Singo Wulu), penari perempuan (menggambarkan istri Kiai Singo Wulu) dankiai (menggambarkan Kiai Singo Wulu). Penari tersebut sambil menari, merekajuga berdialog layaknya sebuah drama. Selain itu dalam pertunjukan Tari SingoUlung ini juga terdapat beberapa atraksi dari penari singa sehingga membuatpertunjukannya menarik. Dalam pertunjukan Tari Singo Ulung ini juga terdapatbeberapa music pengiring gamelansederhana seperti kendang, terompet danlain – lain.
Kostum Tari SingoUlung
Kostum yang digunakan oleh para penari Tari Singo Ulung iniberbeda – beda setiap peran yang dibawakan. Untuk penari singo menggunakankostum seperti singa yang terbuat daritali raffia berwarna putih. Tali tersebut diurai sehingga terlihat sepertibulu. Kepala singa yang digunakan bentuknya hampir sama kepala singa pada Singo Barong, Reog Ponorogo. Untukkostum panji atau Jasiman menggunakan kostum seperti Tari Topeng. Kemudian untuk penari wanita menggunakan busana tradisionalseperti kebaya dan sampur sebagai attribute menarinya. Danpenari warok dengan menggukan pakaian serba hitam dengan kaos merah – putih khas Madura dan membawa rotan atau cemethisebagai attribute menarinya.
Perkembangan TariSingo Ulung
Dalam perkembangannya, TariSingo Ulung ini menjadi suatutradisi yang secara rutin dipentaskan di desa Blimbing setiap tahunnya padabulan syaban untuk acara bersih desa.Selain itu tarian ini juga sering ditampilkan di acara peringatan hari jadi Bondowoso.Tari Singo Ulung ini masih terus dilestarikan dan di pelajari oleh beberapa sanggar seni disana. Selain ditampilkanpada acara besar, tarian ini juga di tampilkan di acara lain sepertipenyambutan tamu dan festival budaya. Hal ini dilakukan sebagai upayamelestarikan dan memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang kesenian TariSingo Ulung ini.
Sekian pengenalan tentang “Tari Singo Ulung Kesenian Tradisional Dari Bondowoso, Jawa Timur”. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuananda tentang kesenian tradisional diIndonesia.
YUK CINTAI DAN LESTARIKAN KESENIAN TRADISIONAL DI INDONESIA!