Tari Sanghyang Tarian Tradisional Dari Bali

Kesenian satu ini merupakan tarian tradisional peninggalankebudayaan pra-Hindu yang masih sering dilakukan oleh sebagian masyarakat di Bali.Namanya adalah Tari Sanghyang.

Apakah Tari Sanghyang itu?


Tari Sanghyang adalah tarian tradisional yang ditampilkansebagai pelengkap dalam upacara pengusiran wabah penyakit yang melanda suatudesa atau daerah di Bali. Tarian ini biasanya ditarikan oleh penari yang masihgadis atau belum dewasa dan dianggap masih suci. Tari Sanghyang ini merupakan salah satu tarian peninggalankebudayaan pra-Hindu yang masih di lakukan oleh masyarakat Hindu di Bali.

Asal Mula TariSanghyang
Menurut beberapa sumber yang ada, Tari Sanghyang inimerupakan sisa-sisa kebudayaan pra-Hindu yang difungsikan sebagai bagian dariupacara untuk mengusir wabah penyakit yang sedang melanda suatu desa ataudaerah. Tarian ini juga dapat berfungsi sebagai sarana pelindung terhadapancaman kekuatan hitam (black magic).Tarian digunakan oleh masyarakat untuk melakukan komunikasi spiritual alam gaibdengan memasukan roh kedalam tubuh panari dan meminta agar dijauhkan daribahaya tersebut. Di beberapa dearah di Bali, tarian ini masih ada hinggasekarang, walaupun tidak setiap saat ditampilkan karena sifatnya yang sakral.
Jenis Tari Sanghyang
Di Bali, Tari Sanghyang ini memiliki beberapa jenisdiantaranya, Tari Sanghyang dedari,sanghayang deling, sanghyang dangkluk, sanghyang penyalin, sanghyang celeng,sanghyang medi, sanghyang bumbung, sanghyang kidang, sanghyang jenger,sanghyang sengkrong, dan sanghyangjaran. Secara umum jenis Tari Sanghyang ini memiliki fungsi yang sama,yaitu mengusir wabah penyakit dan kekuatan magic yang mengancam. Namun yangmembedakan adalah bentuk pertunjukannya baik dari kostum, gerak, dan penyajianpertunjukan.
Pertunjukan TariSanghyang
Tarian ini biasanya dilakukan oleh para penari yang masihgadis atau perempuan yang belum dewasa, hal ini dilakukan karena penari yangmasih gadis dianggap masih suci. Sebelum pertunjukannya, penari diwajibkanmemenuhi beberapa syarat seperti tidak boleh berkata kasar dan jorok, bohong,mencuri dan beberapa pantangan lainnya. Selain itu juga mengikuti petunjuk dantata tertib desa yang telah ditentukan.
Dalam pertunjukannya, penari menari dalam keadaan tidaksadar atau kemasukan roh. Awalnya penari terlebih dahulu diasapi kepalanya yangsudah ditutupi dengan kerudung putihdiiringi dengan nyanyian suci. Kemudian saat kerudung tersebut dibuka maka penarisudah mengalami trance atau tidak sadarkan diri. Dalam kondisi tersebut merekamenari-nari dan kadang-kadang mereka menari di atas bara api lalu berkelilingdesa untuk mengusir wabah penyakit. Setelah memasuki akhir upacara/pertunjukanpanari dikembalikan kesadarannya dengan melepas roh tersebut ke tempat asalnya.
Pengiring TariSanghyang
Dalam pertunjukan Tari Sanghyang ini biasanya hanya diiringidengan alat musik sederhana seperti gendingpalebongan. Selain itu juga diiringi paduan suara dari pria dan wanita yangmenyanyikan lagu pemujaan atau kecak.
Perkembangan TariSanghyang
Di beberapa daerah di Bali, tarian ini masih tetap dilakukanoleh masyarakat di sana.Namun tidak seperti tarian tradisional yang bersifathiburan, Tari Sanghyang ini merupakan bagian dari ritual atau upacara keagamaanyang bersifat sakral. Sehingga tarian ini hanya ditampilkan pada saat-saattertentu saja.
Sekian pengenalan tentang “Tari Sanghyang Tarian TradisionalDari Bali”. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan anda tentang ragam kesenian tradisional di indonesia.
YUK CINTAI DAN LESTARIKAN KESENIAN TRADISIONAL DI INDONESIA!